“ M A R I B E R S A M A – S A M A K I T A
H A N C U R K A N S AJ A N E G E R I I N I . . . ! ! ! “
KATANYA . . !
KITA ADALAH KAUM INTELEKTUAL MUDA . . ,
KITA ADALAH PEMEGANG TAHTA ESOK HARI . . ,
KATANYA PULA . . !
TAPI MEWARISKAN NILAI SEDIKIT SEKALI . . .
KERJA MEREKA . . !
MORALPUN . . ,
TIDAK TANGGUNG-TANGGUNG BOBROKNYA . .!!
TERUS . ! ?
GENERASI INI MAU DIBAWA KEMANA . !?
NEGERI INI HENDAK DIJADIKAN APA . !?
SEPERTI PENGEMIS SAJA KAMI INI KARENAMU . . .
MENADAHKAN TANGAN PADA KAUM KAPITALIS,
HARGA DIRI TERGADAI PADA SANG KOLONIALIS . ! !
MAKA . . ,
SIAPA YANG AKAN MENYELAMATKAN NEGERI INI . .?
KAMIPUN SEMAKIN KECIL BEGINI . . !
KARENA BUDAYA YANG KALIAN AJARI . . .
ATAUKAH . . ,
KITA HANCURKAN SAJA NEGERI INI . . ! ! !
KARENA MATI MUNGKIN LEBIH SUCI . ! ! ! ! !
t h o m o ‘ s
Thomo, 2004
SENDIRI
Ku dengar rintik hujan di malam gelap
Tiada bintang menyinari tampak menyengap
Terbayang roman bila ku meratap
Tanpatau arti apa yang menghadap
Bila ku merasa ini yang benar
Apa yang mesti ku buat di malam gelap
Sendiri meratap tanpa sahabat
Tercipta akibat tanpa sebab
Jauh merasa di hamparan ombak
Merasa kini dada sebak
Gelisah diri bak terjebak
Buatku bingung bercampur sesak
Hendak ku terima apa yang nyata
Namun hato terus bertanya
Adakah ini kutukan surya
Hidup penuh dengan sahaja
Kini jadi tak berdaya
Ku dengar rintik hujan di malam gelap
Sedih hati kini meratap
Ditinggal teman juga sahabat
Tanpa tau arti apa yang menghadap
BUKAN SIAPA-SIAPA
Di sana jauh aku menatap
Penuh kesejukan dalam ratap
Hingga aku beku dalam diam
Belum juga aku
Merasakan indah cintamu
Kau pun berlalu
Dengan sangat angkuh,
Sedang aku. . .
Bagai angin yang berteriak dalam bisu
Mengharap kau kembali seperti dulu
Tak salah,
Bila aku kau tinggalkan
Yang salah,
Aku yang terlalu menyayangimu…
Tak salah,
Bila kau mundur tiba-tiba
Tak salah,
Bila di matamu aku pecundang tak berharga,
Yang salah,
Aku yang tak mengerti sikapmu,
Karenaakku bukan siapa-siapa
SEBELUM AKU PERGI
Sendiri aku rasakan sakitnya hati
Sendiri ku rasakan kasarnyahidup ini
Dan memang Cuma sendiri
Aku hidup di dunia ini.
Musim gugur telah berganti semi
Semuanya pun terasa abadi
Perih…
Pilu ini…
Dan entah apalagi
Yang terus tumbuh dan menggerogoti
Semua isi dalam dada ini
Apakah semua ini berjalan tanpa henti
Dan mungkin sampai aku mati.?
Aku hanya ingin meraih
Satu dari seribu bintang ini
Bukan lagi dan lagi…
Bukan lumpur berduri
Yang menusukku dari kanan dan kiri
Yang menghiasi badan
Dengan luka dan perih.
Telah cukup aku merintih
Berteriak dan memanggil dalam heningnya sunyi
Aku hanya ingin hidup dan mati
Setelah aku mencicipi
Rasa indahnya dunia ini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar