Senin, 17 Oktober 2011

LAGU PERJUANGAN_

PUISI MELAWAN KEBAJIKAN
(Pesan Sang Ibu)

Tatkala aku menyarungkan pedang dan bersimpuh diatas pangkuanya tertumpah rasa kerinduanku pada sang ibu tangannya yang halus membelai kepalaku tergetarlah seluruh jiwa ragaku, musnalah seluruh api semangat juangku namun sang ibu berkata
Anakku sayang apabila kakimu sudah melagkah ditengah padang tancapkanlah kakimu dalam-dalam dan tetaplah terus bergumam sabab gumam adalah mantra dari dewa-dewa gumam mengandung ribuan makna apabila gumam sudah menyatu dengan jiwa raga maka gumam akan berubah menjadi teriakan-teriakan yang nantinya akan berubah menjadi gelombang salju yang besar yang nantinya akan mampu merobohkan istana yang penuh kepalsuan gedung-gedung yang dihuni kaum munafk
Tatanan negeri ini sudah hancur anaku dihancurkan oleh sang penguasa negeri ini mereka hanya bisa bersolek di depan kaca tapi membiarkan punggungnya penuh noda dan penuh lendir hitam yang baunya kemana-mana mereka selalu menyemprot kemaluannya dengan farfum luar negeri diluar berbau wangi didalam penuh dengan bakteri dan hebatnya sang penguasa negeri ini pandai bermain akrobat tubuhnya mampu dilibati pot yang akhirnya pantat dan kemaluanya sendiri mampu dijilat-jilat
Anaku apabila pedang sudah kau cabut janganlah bicara soal menang dan kalah sebab menang dan kalah hanyalah mimpi-mimpi, mimpi-mmpi muncul dari sebuah keinginan, keinginan hanyalah sebuah khayalan yang hanya akan melahirkan harta dan kekuasaan, harta dan kekusaan hanyalah balon-balon sabun yang terbang di udara,
Anaku asalah pedang ajaklah mereka bertarung  ditengah padang lalu tusukan pedangmu ditengah-tengah selangkangan mereka biarkan darah tertumpah dinegeri ini satukan rumahmu menjadi REVOLUSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar