Senin, 17 Oktober 2011

MAHASISWA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

MAHASISWA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Supartomo
Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia
Parigi Moutong Di Gorontalo

Abstrak
Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong sebagai organisasi yang mewadahi segenap pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong khususnya dan Sulawesi Tengah pada umumnya yang menuntut ilmu di Kota Gorontalo berkewajiban memberikan pencerahan dan men-transformasikan pengetahuan dan ilmu kepada kader dan anggotanya sebagai penerus tongkat kepemimpinan dan peran dalam menyatukan persepsi dan tindak dalam mencapai cita-cita organisasi, termasuk di dalamnya adalah mewariskan paradigma bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam percaturan kehidupan daerah khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Dengan tulisan yang singkat dan sederhana ini penulis akan berusaha memaparkan bagaimana peran mahasiswa dan alasan mengapa mahasiswa yang harus menjalankan tugas-tugas ke-agent-an tersebut. Semoga melalui tulisan ini para kader akan diingatkan akan tugas mereka yang begitu urgent sehingga mereka tetap “menggelisahkan diri” dalam tidurnya.
Kata Kunci : Mahasiswa, Agent Of Changes, Agent Of Social Control, Iron Stock, Leader Stock.

PEMBAHASAN
            Mahasiswa merupakan sebuah julukan istimewa baik secara Role Of Social Stratification maupun secara Knowledge Levels yang diberikan kepada pelajar yang menuntut dan mengumpulkan ilmu di lembaga perguruan tinggi baik yang masih bertahan dan betah dengan nama Institute, Sekolah Tinggi ataupun yang telah menjadi Universitas. Namun hal itu tidaklah berlebihan karena mereka memang berperan sebagai julukan-julukan yang diberikan kepada mereka. Hingga jika kita sedikit menoleh ke belakang melihat sejarah panjang pra kemerdekaan sampai dengan sekarang (baca sejarah pergerakan mahasiswa) mahasiswa merupakan kesatuan insan yang begitu segani.
Apa Itu Mahasiswa ?
            Mahasiswa merupakan insan terpelajar yang menuntut ilmu di perguruan tinggi (level pendidikan setelah Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan) baik swasta maupun negeri dan dibagi berdasarkan disiplin ilmu yang sementara digeluti/diperdalam. Jelas yang begitu disegani bukanlah karena mahasiswa-nya tapi lebih karena mereka adalah insan yang memiliki kecerdasan yang terbilang tinggi dan sistem yang terorganisir dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan daerahnya. 
            Namun dengan perjalanan waktu yang semakin menggeserkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan harapan yang semakin besar tertumpah dan tertumpu pada mereka mahasiswa, terjadi sebuah hal yang begitu ironis yaitu sebagian mahasiswa semakin tidak peduli (apatis) dengan keadaan masyarakat dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang hedon dan tidak bermanfaat hingga tersisa sedikit mahasiswa yang benar-benar menjalankan peranannya sebagai pemuda yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Apa Itu Tanggung Jawab ?
            Tanggung jawab merupakan sebuah kewajiban yang semestinya dikerjakan sebagai wujud dari peranan atas kedudukan dan posisi yang dimiliki oleh suatu subjek. Bisa juga dikatakan bahwa kedudukan seseorang menentukan tanggung jawab dan peranannya dan bisa saja untuk satu orang memiliki peranan dan tanggung jawab yang banyak dikarenakan posisinya yang beragam. Seseorang tentunya memiliki tanggung jawab terhadap Tuhan sebagaimana kedudukannya sebagai seorang hamba, memiliki tanggung jawab kepada orang tua sebagaimana kedudukannya sebagai anak, tanggung jawab kepada masyarakat karena kedudukannya sebagai mahasiswa, perantara masyarakat dengan pemerintah, dan sterusnya.
Apa Itu Sosial ?
            Menurut Aristoteles, manusia adalah Zone Politicon, artinya manusia adalah makhluk social yang selalu memerlukan kehadiran orang lain dan tidak dapat hidup dalam kesendirian dalam waktu yang relatif panjang.
            Dengan demikian kata social dapat diartikan sebagai manusia yang hidup secara bersama-sama dan berdampingan (masyarakat) di wilayah tertentu. Dengan makna yang lebih luas, social dapat diartikan sebagai manusia yang membentuk kehidupan bermasyarakat dalam lingkungan pemerintahan baik skala kecil (desa) maupun dalam skala besar (negera).
            Jadi, bila dikaitkan dengan tanggung jawab social maka dapat diartikan sebagai tanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat jika terjadi hal-hal yang tidak sejalan dengan apa yang diharapkan misalnya jika terjadi ke-semrawut-an (chaose) dalam kehidupan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan, hukum sampai pada kehidupan social dan beragama.
Apa Tanggung Jawab Dari Mahasiswa ?
            Jika terjadi sebuah kesalahan system dalam kehidupan bermasyarkat baik yang terjadi dengan sendirinya atau mungkin yang disengaja diciptakan oleh pemerintah atau oknum tertentu yang dapat mengakibatkan terjadinya kekacauan dalam kehidupan masyarakat maka mahasiswa berkewajiban melakukan pendampingan sebagai wujud pelaksanaan akan tugas dan peranannya sebagai mahasiswa dan kaum terpelajar yang sasaran dan tujuannya adalah mengingatkan pada pemerintah dan menanamkan kesadaran yang kaffah kepada masyarakat akan apa yang terjadi di lingkungan mereka yang sebelumnya tidak disadari atau bahkan dianggap sebagai suatu dinamika yang lumrah terjadi dan akan hilang sewaktu-waktu dengan sendirinya.
            Di sinilah tugas mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang senantiasa pekah terhadap fenomena social yang sedang dan akan terjadi. Mahasiswa harus mampu membaca segala kemungkinan yang dapat menjadi variabel yang mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dalam kehidupan dan karena perannya sebagai perantara antara aspirasi dan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Secara umum peran-peran dan julukan-julukan yang diberikan kepada mahasiswa sebagai kesatuan para heroic cerdas dan penuh nilai kemanusiaan.


·         Mahasiswa Sebagai Agent Of Social Changes
Mahasiswa sebagai Agent Of Change dapat diartikan sebagai perantara dan pelaku yang menciptakan perubahan, baik secara revolusi maupun perubahan-perubahan yang merangkak dalam artian terencana dan perlahan (evolusi). Perubahan yang diupayakan oleh mahasiswa bukan hanya perubahan yang instan/langsung terlihat tetapi juga perubahan-perubahan yang terencana dan terstruktur guna membentuk karakter dan jati diri bangsa/daerah yang seakan hilang dan pudar terkikis oleh westernisasi.
Mahasiswa yang berperan sebagai pelaku perubahan di sini harus mampu merencanakan dan melaksanakan perubahan yang progress dalam kehidupan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, agama, kesadaran berpolitik maupun social budaya.
·         Mahasiswa Sebagai Agent Of Social Control
Agent Of Social Control diartikan sebagai pelaku yang berperan sebagai pihak yang selalu dan senantiasa mengontrol dinamika dan fenomena yang terjadi dalam atmosfer masyarakat. Telah menjadi tanggung jawab seorang/kelompok mahasiswa untuk selalu mengevaluasi kehidupan masyarkat agar penyimpangan dan kesalahan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang menggunakan masyarakat sebagai tumbal dapat dicegah.
Setiap peristiwa yang terjadi sebagai bagian dari gejala social masyarakat harus mampu ditindaki oleh mahasiswa namun tentunya tidak dengan cara-cara yang memudarkan atau bahkan menghilangkan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa sejati, sejati dalam arti tindak dan etikanya selalu mempertimbangkan apa yang akan dilakukannya sejalan dengan logika dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
·         Mahasiswa Sebagai Leader Stock
Mahasiswa sebagai pemuda (manusia muda yang hidup, tumbuh dan berkembang) akan tumbuh menjadi seorang dewasa dan matang baik secara intelektual maupun pengalaman bersosialisasi, memimpin serta bertindak dan menyelesaikan masalah-masalah berkehidupan dan bermasyarakat.
Pemimpin hari ini sebagai kaum tua/dewasa pun tidak akan berjalan di tempat baik usia maupun posisi dan perannya karena mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia tua/kolot, tua dari segi usia, kolot dalam segi ide dan gagasan karena masalah dan kondisi yang lahir pada masa lalu di zaman mereka akan berbeda (sedikit-banyaknya) dengan masalah yang akan lahir di masa yang akan datang. Pun demikian, mereka tetap perlu dihormati karena mereka adalah masa lalu/sejarah yang perlu diingat dan dijadikan pelajaran. Di samping itu, mereka pun adalah orang tua yang telah mengajarkan suatu hal yang berharga baik secara langsung maupun lewat dari apa yang mereka kerjakan.
Mereka pemimpin masa lalu telah digantikan oleh pemimpin hari ini dan mereka pemimpin hari ini (kaum tua) akan digantikan oleh kaum muda hari ini yang telah belajar banyak dari kehidupan. Mereka yang tetap konsisten dan idealis terhadap apa yang mereka suarakan akan menjadi pemimpin yang amanah dan istiqomah tapi jika mereka ingkar dan melupakan idealis mereka maka mereka akan mengulangi kesalahan kaum tua atau bahkan lebih parah.
Oleh karena itu mahasiswa hari ini yang telah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang di berbagai lini kehidupan dan lembaga harus memiliki komitmen, idealis dan konsistensi yang terkonsentrasi terhadap perubahan masyarakat. Karena dengan pergantian kepemimpinan dengan tipe yang berbeda maka masyarakat berharap banyak dan mempercayakan kehidupannya kepada pemimpin dengan impian sesuatu akan berubah kea arah yang lebih  baik.
Kenapa Harus Mahasiswa ?
            Seperti yang telah penulis paparkan sebelumnya bahwa mahasiswa meski masih dalam tahap mencari dan memperdalam ilmu (masih dini/muda) namun di pundak mereka telah dipercayakan dan diamanatkan berbagai tanggung jawab yang tidak gampang dan enteng di antaranya agen perubahan, agen control terhadap kehidupan social dan di samping itu mereka telah disiapkan menjadi pemimpin masa depan. Pertanyan yang sering muncul adalah kenapa harus mereka dan apa yang istimewa yang dimiliki oleh mereka ?
            Ada banyak kemungkinan dan versi jawaban atas pertanyaan itu, namun penulis melihat dari segi berikut :
·         Berdasarkan Stereotip yang Berkembang Di Kalangan Masyarakat.
Di kalangan masyarakat yang awam dan mayoritas terutama mereka yang tidak sempat menikmati duduk dan belajar di perguruan tinggi, mereka menganggap bahwa mahasiswa merupakan yang kaum intelektual yang tidak sekedar sedang belajar tapi juga nyaris atau bahkan telah mengetahui segala hal yang berkaitan dengan keduniaan dan masalah-masalah social. Oleh karena itu sebagian besar masyarakat menggagap bahwa yang layak menggantikan pemimpin yang ada sekarang adalah mereka lebih baik atau paling tidak sama kualitasnya dengan pemimpin yang ada sekarang baik dari segi keilmuan maupun spiritualnya dan mereka tidak pernah berpikir mengenai disiplin keilmuan yang dimiliki oleh mahasiswa, menurut asumsi mereka adalah mahasiswa adalah kaum yang terpelajar dan berintelektual lebih dan berlaku untuk semua mahasiswa.
Tentunya agar kaum muda dan terpelajar serta berintelektual tinggi (menurut stereotif masyarakat) ini tidak mengecewakan dan menghilangkan harapan dari masyarakat sangat perlu kiranya (bahkan wajib) untuk mewujudkan anggapan masyarakat tersebut tidak hanya sekedar stereotif belaka yang jauh dari kebenaran.
·         Berdasarkan Posisinya yang Steril dan Partisan.
Selain karena stereotif masyarakat (yang mungkin berlebihan) juga karena mahasiswa merupakan kaum yang “steril”  dan partisan. Artinya, mahasiswa masih murni dan belum terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan politik dan kepartaian yang sifat kepentingannya terkonsentrasi terhadap kepentingan kelompok dan golongan tertentu yang terkadang menghalalkan segala cara.
Oleh karena posisinya yang belum tersentuh oleh kepentingan politik inilah yang menyebabkan mereka mampu mengkritik dan melakukan “perlawanan” terhadap pihak pemerintah secara gamblang-nya. Seandainya saja mereka telah terjun dalam system kepartaian dan telah ber-gelud  dalam kehidupan politik praktis maka mereka akan kehilangan “kesaktian” karena mereka telah diikat oleh system dan AD/ART partai tertentu.
Namun meski demikian, mahasiswa setelah mampu nantinya tidak menutup kemungkinan dapat terjun dalam kehidupan partai dan politik karena untuk mengubah hal yang memiliki sistem kompleks tentunya tidak hanya dibutuhkan mahasiswa yang hanya bermodalkan intelektual dan people power-nya, tetapi selain itu juga harus mampu menjadi penentu kebijakan sehingga dalam penentuan kebijakan tetap ada  intervensi dari pihak-pihak yang masih konsisten dengan kepentingan rakyat dan beridealisme jelas.
·         Berdasarkan Social Stratification yang Strategis.
Dalam konsep Stratifikasi Sosial atau pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingat (hierarki) dikenal tiga tingkatan/kelas dari masyarakat yaitu masyarakat kelas atas (Upper Class), masyarakat kelas menengah (Middle Class), dan masyarakat yang berada di level terakhir yaitu masyarakat tingkat bawah (Lower Class).
Penggolongan masyarakat ke dalam kelas-kelas seperti ini terjadi bukan karena tanpa alasan melainkan karena ada yang melatar-belakanginya, yaitu adanya hal yang dianggap/dipandang berharga dan bernilai oleh masyarakat baik yang berwujud materi maupun nilai dan kedudukan/posisi dalam kehidupan masyarakat. Hal-hal yang yang dianggap berharga/bernilai itu dapat berupa 1) kekuasaan, 2) kekayaan/status ekonomi, 3) Pendidikan, 4) ketaatan dalam beribadah/agama, 5) DLL.
Masyarakat yang berada pada tingkatan/kelas pertama (Upper Class) adalah mereka yang berkedudukan tinggi dan dalam pandangan masyarakat sangat dihargai, dihormati, disegani bahkan ditakuti hingga semua berlomba-lomba menempati kelas bisnis ini. Contohnya adalah para pemimpin dan orang-orang yang berpengaruh dalam skala yang besar. Sedangkan yang berada pada kelas menengah (Midlle Class) adalah mereka yang berada pada tingkat kedua setelah Midlle Class, contoh dari masyarakat kelas ini adalah para pedagang/saudagar, pengusaha dan mereka yang telah berpendidikan minimal sarjana atau sedang menjalani proses mencapai sarjana. Dan mereka yang berada dalam lingkaran Lower Class adalah masyarakat pinggiran dan oranng-orang miskin lainnya, misalnya petani, nelayan, buruh dan masyarakat yang mengenyam pendidikan hanya sampai pada sekolah menengah.
Sekarang perhatikan piramida berikut :
Jika kita mengartikan Stratifikasi Sosial dalam piramida di samping maka Upper Class berada pada tingkatan pertama/puncak, berikutnya Midlle Class dan terakhir Lower Class.






Karena posisi mahasiswa yang berada di antara Upper Class dan Lower Class yang mampu menghubungkan antara keduanya, di samping itu mahasiswa juga mampu menjadi mediator penghubung aspirasi kelas di bawahnya untuk menyampaikannya kepada kelas di atasnya maka mahasiswa sangat berpotensi menyandang gelar perantara perubahan (Agent Of Change) dan kontrol social (Social Control).


·         Berdasarkan Keadaan Psikologi yang Frontalis.
Karena sifatnya yang lebih mandiri dan merdeka yang mengakibatkan dirinya menjadi seorang Frontalis (senang merontak/melawan), maka mahasiswa sangat memiliki potensi untuk melakukan koreksi dan perlawanan terhadap kebijakan yang ditunggangi kepentingan kelompok/golongan dan yang tidak berdasarkan kepentingan masyarakat secara umum. Karena mereka beranggapan bahwa sesatu yang patut dipertahankan dan dibela yakni hak dari masyarakat yang telah diatur oleh Undang-Undang maka harus dibela mati-matian karena tanggung jawab besar tidak hanya kepada Tuhannya melainkan juga kepada yang mengharapkan dan memberikan kepercayaan kepadanya, yakni masyarakat yang ada di sekitarnya bahkan negaranya.
·         Memiliki Kepekaan Jiwa dan Sosial.
Mahasiswa adalah insan yang memiliki jiwa yang lembut dan sangat polos perangainya hingga mereka sangat terpukul saat mengetahui kesalahan dan penyimpangan yang terjadi di sekitarnya. Selain itu, mereka mampu menganalisa dan menebak apa yang akan terjadi dengan sebuah fenomena tertentu yang diciptakan oleh pemerintah dan penguasa. Tak heran jika mereka sangat “marah” jika hak-hak mendasar kehidupan masyarakat/rakyatnya direbut.
Dengan menyadari adanya kesalahan yang sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu, dengan sangat hati-hati dan terstruktur mereka akan melakukan tindakan untuk menuntut ketidak-adilan itu.
            Dengan berbagai alasan dan latar belakang mereka mengambil tindakan yang pasti meski terkadang perlahan karena memerluka strategi yang matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar