Meninggalkan
kebiasaan buruk bukanlah pengorbanan, tapi ketegasan baik dari hati yang
ikhlas.
Seperti,
Berhenti memasukkan zat-zat berbahaya ke paru-paru dan pembuluh darah.
Sedangkan …
Pengorbanan adalah meninggalkan kebaikan kecil untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Seperti,
Meninggalkan anak dan istri terkasih di rumah, saat kita pergi mencari rezeki Tuhan.
Dan seperti,
Meninggalkan tontonan yang asyik di TV, untuk belajar agar lulus ujian, agar bisa diterima bekerja, dan agar bisa menjadi pribadi yang mandiri.
Hanya sesuatu yang baik, yang bisa dikorbankan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Seberapa besarkah kesenangan yang bisa Anda tinggalkan, untuk menjadikan Anda pribadi yang mapan, mampu, dan berwenang?
Seperti,
Berhenti memasukkan zat-zat berbahaya ke paru-paru dan pembuluh darah.
Sedangkan …
Pengorbanan adalah meninggalkan kebaikan kecil untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Seperti,
Meninggalkan anak dan istri terkasih di rumah, saat kita pergi mencari rezeki Tuhan.
Dan seperti,
Meninggalkan tontonan yang asyik di TV, untuk belajar agar lulus ujian, agar bisa diterima bekerja, dan agar bisa menjadi pribadi yang mandiri.
Hanya sesuatu yang baik, yang bisa dikorbankan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Seberapa besarkah kesenangan yang bisa Anda tinggalkan, untuk menjadikan Anda pribadi yang mapan, mampu, dan berwenang?
Anda yang ramah kepada kesulitan, akan hidup dalam kesederhanaan yang utuh, yang damai dalam tarian jiwa yang indah tanpa terusik oleh kompleksitas kehidupan.
Tuhan kami Yang Maha Besar,
Indahkanlah pengertian saudaraku yang mata dan hatinya membaca ini, agar mudah baginya membangun keindahan dirinya, agar ia pantas bagi seindah-indahnya kehidupan.
Dan dengannya, mudah-mudahan Engkau akan juga mengindahkan hidupku.
Aamiin ........
Tuhan menyampaikan rezeki Anda melalui atasan Anda.
Jika Anda menghujatnya, apakah dia memang pantas dihujat atau tidak, Anda telah menghina pribadi yang saat ini sedang digunakan oleh Tuhan untuk menyalurkan rezeki Anda.
Yang memilih untuk bekerja di bawahnya, adalah Anda.
Yang takut untuk keluar mencari pekerjaan baru yang gajinya lebih baik, juga Anda.
Yang mengatakan “Habis, belum ada pekerjaan lain, bagaimana dong?”, juga Anda.
Hmm … kasihanilah atasan Anda itu.
Dia mungkin memang tidak pandai, kasar, maunya banyak tapi memberi sedikit, cepat melihat kesalahan tapi mengabaikan kontribusi, … tapi dia saat ini adalah pembayar gaji Anda.
Istri, anak-anak, ibunda yang menunggu kiriman di kampung itu … semuanya menunggu rezeki yang disalurkan oleh Tuhan melalui orang yang Anda benci itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar